Tata Cara Solat Subuh Dengan Qunut
Assalamu'alaikum Wr.Wb
1. Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Haloo Sobat Islami apakabar? mudah-mudahan selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
kali ini saya akan membahas artikel tentang tata cara solat subuh dengan memakai qunut sesuai syariat ajaran agama islam. Mungkin sebagian masyarakat umumnya banyak yang menggunakan qunut pada solat subuh tidak terkecuali ada juga sebagian masyarakat yang tidak menggunakan qunut pada solat. Lantas Bagaimana hukumnya? Bagi masyarakat yang menggunakan qunut dan tidak semua nya tetap sah tidak ada yang membatalkan solat karena qunut tidak termasuk rukun dalam solat subuh.
Jadi yang terpenting dalam solat subuh yakni fadilah nya sangat besar bagi umat Islam yang melaksanakannya, disamping Wajib solat subuh merupakan solat yang mempunyai pahala yang lebih besar dari solat wajib lainnya. Karna keutamaan solat subuh terletak pada waktunya pada saat banyak orang-orang yang terlelap dalam gemerlap nya tidur, seseorang yang bangun dan menunaikan solat subuh sungguh mulia derajat nya di sisi Allah. Mungkin saya akan menjelaskan sedikit keutamaan solat subuh diantaranya :
- Keutamaan Solat Subuh
1. Berada di dalam jaminan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)
2. Dihitung seperti shalat semalam penuh
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
3. Disaksikan para malaikat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ
“Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” (HR. Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)
- Tata Cara Solat Subuh
Pertama,
membaca niat solat subuh
اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً للهِ تَعَالَى
“ushollii fardhosh shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.”
Artinya: “aku niat sholat fardhu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.”
Kedua,
Takbiratul Ihram dilanjutkan membaca doa iftitah
Ketiga,
Membaca surat al-fatihah dilanjutkan surat-surat pendek
بِسْمِ اللَّهِ الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّ حْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Keempat,
Ruku' dengan membaca doa bacaan ruku' (3x)
Kelima,
I'tidal diikuti dengan bacaannya
Keenam,
Sujud diikuti dengan bacaan nya juga (3x)
Ketujuh,
Duduk diantara dua sujud diikuti dengan bacaan nya juga
Kedelapan,
Sujud kembali, setelah itu bangun untuk rakaat kedua. gerakan dan bacaan masih sama seperti rakaat pertama. Sampai pada i'tidal baru khusus solat subuh membaca doa qunut :
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Kesembilan,
Tahiyat akhir diikuti dengan bacaan nya
Kesepuluh,
Salam dengan menengok ke kanan lalu ke kiri
Dilanjutkan seterusnya dengan doa seperti dalam solat wajib biasanya.
Mungkin sekian untuk artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi Sobat Islami
Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Komentar
Posting Komentar